Kamis, 01 November 2018

Honda Bikers Day Regional Sulawesi 2018

HMC MANADO
FullSupport
Honda Bikers Day Regional Sulawesi 2018
Pohon Kasih Megamas,  27 Oktober 2018

#HondaBikersDayRegionalSulawesi2018
#GasKeHondaBikersDay
#DekadeHondaBikersDay
#GarudaRiders
#HmcManado


Senin, 29 Oktober 2018

Kekerenan yg Luar Biasa... 😎
Diajang bergengsi, Honda Bikers Day Modif Contezt Manado yg digelar Sabtu, 27 Oktober 2018, 3 Piala berhasil di borong kesatria2 Garuda Riders HMC.

1. Bro Harvey Apey Nata HMC-MDO#143 dgn SPM Honda PCX 150 Meraih #1StikerdanDecal.




 2. Bro Billy Joe HMC-MDO#010 Dgn SPM Honda PCX 150 meraih #1CommunityTouring




 3. Bro Harvey Apey Nata HMC-MDO#143 dgn SPM Honda Beat meraih #3MaticAdvance




Sungguh pencapaian yg luar biasa dan membanggakan.
Kiranya event berikutnya dapat mempertahankan Prestasi yg diraih,  dan menjadi dorongan utk lebih berkarya lagi...
"Proud To Be Garuda Riders,  Keep Smart & Safety Riding"

Salam Satu Hati,  Salam Satu HMC. .

#GarudaRiders
#HmcManado

Rabu, 12 Juli 2017

Arti Kedipan Pada Lampu MIL Sepeda Motor Honda (PGM-FI)


Malfunction Indicator Lamp ( MIL) merupakan lampu indikator yang berfungsi mengisyaratkan bahwa pada sistem injeksi bahan bakar terjadi suatu masalah, bisa berupa kerusakan ataupun gangguan.

Kedipan lampu ada dua macam yaitu kedipan panjang dan kedipan pendek. 

  • Kedipan panjang berarti puluhan, lama kedipan lampu 1,3 detik. berkedip satu kali berarti sepuluh, berkedip dua kali berarti duapuluh, dan seterusnya.
  • Kedipan pendek berarti satuan, lama kedipan 0.3 detik. berkedip satu kali berarti satu, berkedip dua kali berarti dua, dan seterusnya.


Arti Kode kedipan lampu MIL
  • 1 (1x kedipan pendek) =  MAP (Manifold Absolute Pressure) 
  • 7 (7x kedipan pendek) = EOT (Engine Oil Temperatur/ ECT (Engine Coolant Temperatur)
  • 8 (8x kedipan pendek) = TPS (Throtle Positio Sensor) 
  • 9 (9x kedipan pendek) = IAT (Intake Air Temperatur)
  • 12 (1x kedipan panjang dan 2x kedipan pendek) = Injektor
  • 21 (2x kedipan panjang dan 1x kedipan pendek) = Sensor O2
  • 29 (2x kedipan panjang dan 9x kedipan pendek) = IACV (Idle Air Control Valve)
  • 33 (3x kedipan panjang dan 3x kedipan pendek) = ECM  (Engine Control Module)
  • 52 (5x kedipan panjang dan 2x kedipan pendek) = CKP (Crankshaft Position)
  • 54 (5x kedipan panjang dan 4x kedipan pendek) = Sensor Bank Angle

Itulah beberapa arti dari kedipan lampu MIL yang terjadi pada sistem PGM-FI Honda, semoga bisa berguna..

Minggu, 07 Mei 2017

MODIFIKASI HONDA VARIO KARYA GARUDA RIDERS HMC MANADO : NO ROAD, NO PROBLEMO!




Siapa bilang skutik identik dengan kaum hawa yang berlipstik? Motor yang awalnya didesain untuk aktivitas ke pasar berubah drastic oleh rumah modifikasi 047 Workshop. Honda Vario milik Yolanda Y.I Paat seolah keluar dari pakem. Sebab tampilannya kini mengusung konsep skutik trail. Yolanda sukses membuat besutannya bisa semakin fleksibel. 



“Saya memang sedang mengidamkan skutik namun bisa dibuat main off-road. Dan gaya trail menjadi solusinya,” tuturnya. Kaki-kaki menjadi prioritas utama modifikasi. 
Menaikkan ground clearence khas motor enduro atau trail, otomotis ukuran roda jadi berubah. Menganut kombinasi 14 inci belakang dan 17 inci depan. Suspensi juga di-custom untuk menghasilkan travel tinggi. 

Tambahan rangka di tengah memperkuat konstruksi skutik


Untuk bodi, menurut Yolanda, sebetulnya masih memanfaatkan cover bawaan pabrik. Namun ada beberapa yang disesuaikan. Seperti cover samping yang kena coak. Sedangkan di bawah kemudi, hanya mengandalkan panel depan supaya tetap ada ciri skutik. 

Sok custom dengan travel tinggi


“Untuk bagian bawah, seperti floordeck, sengaja tidak diaplikasi lagi. Kami mengekplorasi tampang rangka untuk mempertegas skutik trail. Termasuk ganti setang sesuai konsep modifikasi,” tuturnya. 

Posisi knalpot juga dibuat tinggi agar aman melibas sungai


Dengan corak baru bernuansa colorful khas motor trail, skutik berhasil mengalami transformasi. Kendaraan bertransmisi CVT (continuously variable transmission) siap diejek di jalan raya, maupun blusukan ke medan light off-road. No road, no problemo! (Naskah & foto: Ronie) 
Data Modifikasi 


Pelek dpn : Comet 1.40 x 17 inci (dpn); 1.60 x 14 inci (blkg) 
Ban : Corsa 2.50-17 (dpn); 90/100-14 (blkg) 
Sok dpn : Custom 
Sok blkg : Custom 
Knalpot : DBS 
Workshop : 047 Workshop, Kawangkoan, Manado, Sulawesi Utara, Telp. 085298787810 (Richard Adrian HMC MDO#047) 

Kamis, 14 Juli 2016

Modifikasi Motor Alay yang Bikin Celaka


Jakarta, Otomania —
Melakukan modifikasi pada tunggangan memang tidak dilarang. Namun, jangan sampai nantinya hal itu malah merugikan dan menyebabkan kecelakaan di jalan.
Salah satu yang kerap dipandang miris di jalan adalah sepeda motor dengan ban yang diubah menjadi berukuran kecil dan tipis. Biasanya, anak-anak usia tanggung (alay) yang mengaplikasikan jenis modifikasi ini, membuat motor tidak proporsional antara body dan kaki-kakinya. Tentunya, hal ini tidak direkomendasikan.
"Dari segi keselamatan berkendara, hal ini tidak direkomendasikan karena dengan pelek dan ban yang lebih kecil dari bawaan pabrik, luas cengkeraman ban jadi sangat sedikit. Kondisi ini tidak mudah bagi pemula ketika menggunakannya," ujar Muhammad Abidin, General Manager After Sales and Motorsport Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kepada Otomania, Kamis (24/12/2015).
Abidin menambahkan, mungkin untuk kasus tertentu, seperti di dunia balap, hal ini bisa dilakukan, misalnya untuk mengurangi beban kendaraan saat beraksi di sirkuit. Namun, jika untuk digunakan sehari-hari, bentuk modifikasi ini akan sangat berisiko.
"Jika untuk balap, mungkin diperbolehkan. Kalau di jalan umum, agak berisiko karena kondisi jalannya yang bervariasi. Bahkan, agar sentuhan ban lebih stabil, banyak desainer sepeda motor yang cenderung melebarkan bannya," ujar Abidin.
Permukaan ban yang kecil (tidak proporsional dengan tubuh sepeda motor) ketika menikung tidak bisa terlalu dalam. Bahkan, jika terkena batu atau pasir, roda akan mudah kehilangan grip (traksi) untuk menahan beban sepeda motor. Akibatnya, besar kemungkinan sepeda motor akan tergelincir.
Penulis: Ghulam Muhammad Nayazri
Editor : Agung Kurniawan
dikutip dari : www.kompas.com